Rabu, 13 Mei 2015

Pendidikan Anak Usia Dini dan Susu Formula


Susu Formula Untuk Pertumbuhan Dan Pendidikan Anak Usia Dini, Pentingkah?

 


Pertanyaan tersebut sudah tidak perlu diragukan lagi karena memang Susu formula memiliki banyak sekali manfaat untuk tubuh, baik untuk kesehatan tubuh, tulang dan juga kecerdasan anak. Oleh karena itu memberikan susu formula dapat menunjang pertumbuhan anak. Susu formula dibuat sebisa mungkin menyamai kandungan yang terdapat didalam ASI karena ASI merupakan susu yang paling banyak mengandung cap baik untuk tubuh anak. Susu sangat dibutuhkan untuk memenuhi nutrisi, terutama anak-anak. Bukan hanya untuk memenuhi Nutrisi saja, tapi juga memberikan tambahan daya tahan dan kekebalan tubuh terhadap anak. Dan susu formula merupakan Susu pertumbuhan yang bermanfaat untuk melengkapi kebutuhan zat gizi pada anak di usia pertumbuhan.
Sebagai orang tua, sudah seharusnya memberikan yang terbaik bagi buah hati. Setelah bayi lahir ke dunia ini, kewajiban orang tua terlebih adalah ibu untuk merawat sang bayi agar tumbuh dengan sehat dan baik. Selain memberikan kasih sayang dan asupan gizi yang cukup, tentunya pendidikan anak usia dini pun menjadi salah satu yang patut diutamakan oleh orang tua. Pendidikan anak usia dini adalah jembatan yang harus orang tua bangun guna menuju kesuksesan si kecil di masa depan. Sebagai orang tua yang baik, pasti pernah berpikir untuk memberikan pendidikan anak secara maksimal. Memang tidak salah bagi orang tua untuk memberikan anaknya pendidikan sedini mungkin. Tapi, orang tua harus mengetahui bagaimana cara memberi pendidikan usia dini yang tepat bagi anak-anaknya. Dengan meminum susu dan bermain sambil belajar secara tidak langsung akan menstumulasi otak si buah hati agar menangkap berbagai macam informasi.
Susu formula memang merupakan salah satu produk kebutuhan bayi yang paling banyak dipromosikan di televisi. Namanya juga iklan, maka setiap merk susu formula tentunya menonjolkan dan mengunggulkan kandungan susu formula yang ada padanya. Sebagaimana diketahui, fungsi susu formula adalah sebagai pengganti air susu ibu (ASI). Kandungan yang harus ada pada susu formula misalnya adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Selain itu ada pula kandungan susu formula yang sifatnya tambahan. "Nutrisi yang baik adalah kunci dari pertumbuhan fisik dan mental bayi.


Produk susu DANCOW dengan formula lengkap ditujukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, agar tepat seimbang di setiap tahap pertumbuhannya. Produk tersebut adalah:
“Nestle Dancow Batita 1-3 tahun”, Mengandung Lactobacillus PROTECTUS® dan Prebiotik. Produk yang ditujukan untuk anak usia 1-3 tahun ini memiliki keunggulan sebagai berikut:
a.    Memberikan perlindungan menyeluruh
Lactobacillus PROTECTUS® yang terkandung di dalam susu ini bermanfaat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. Sementara PREBIO1®, membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan. Kombinasi keduanya dapat bekerja sama membantu memberikan perlindungan yang lebih optimal. Susu ini juga dilengkapi dengan Vitamin C dan E sebagai antioksidan.
b.    Penting untuk otak
Mengandung Asam Lemak Esensial LA (Omega 6) dan ALA (Omega 3) – prekursor AA yang penting untuk otak.
c.     Membantu pertumbuhan
Mengandung 26 vitamin dan mineral untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak.


            Dengan pendidikan pada usia anak yang masih sangat dini tersebut, anak akan diperkenalkan terlebih dahulu pada sebuah fondasi. Mereka akan mengetahui semuanya sedikit demi sedikit melalui apa yang mereka lihat dan pelajari dengan cara bermain. Dengan bermain, mereka akan belajar tanpa mereka sadari. Karena dengan bermain, otak anak berada dalam kondisi yang tenang dan tidak dalam keadaan terpaksa. Dan pada saat itulah, apa yang mereka lihat dan dengar bisa terekam dan tertanam dalam otaknya. Oleh karena itu, pentingnya pendidikan anak usia dini dapat membuat si kecil cepat mengerti dan tanggap akan apa yang mereka lihat. Dan juga dengan dibantu oleh pilihan susu formula yang tepat pada anak, tentunya kelak sang anak akan tumbuh dengan baik dan sempurna pada pertumbuhannya.
           

Urgensi Vaksin Bagi Anak




Pentingnya Vaksin Bagi Anak Sebagai Pencegahan Utama Dari Penyakit


 
Kesehatan keluarga perlu mendapat perhatian khusus, sebab kesehatan sangat berharga. Apalagi kesehatan si kecil sebagai penunjang utama tumbuh kembangnya.  Untuk menjaga kesehatan si kecil, vaksinasi atau imunisasi adalah salah satu cara yang dapat dilakukan. Pemberian imunisasi dasar pada balita penting dilakukan untuk mengantisipasi kadar imunitas tubuhnya rendah sehingga tidak gampang sakit, terhindar dari cacat tubuh, hingga kematian bayi. 


Vaksinasi adalah merupakan proses pemberian vaksin (virus yang dilemahkan) ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan/meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap jenis penyakit tertentu. Vaksin akan mempersiapkan sistem kekebalan manusia untuk bertahan terhadap serangan patogen tertentu, terutama bakteri, virus, atau toksin. Vaksin juga bisa membantu sistem kekebalan untuk melawan sel-sel degeneratif (kanker). Vaksin akan merangsang pembentukan kekebalan spesifik (antibodi) terhadap kuman, virus atau racun kuman tertentu. Setelah antibodi terbentuk, vaksin akan bekerja lebih cepat, efektif dan efisien untuk mencegah penularan penyakit yang berbahaya.
Tujuan vaksinasi adalah untuk menstimulasi reaksi kekebalan tanpa menimbulkan penyakit. Fungsi vaksinasi adalah untuk menjaga kesehatan manusia agar tidak mudah terserang penyakit.  Vaksinasi juga dapat menurunkan angka kejadian penyakit, kecacatan maupun kematian akibat infeksi dari penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi.
Saat ini telah ada beberapa jenis vaksin yang telah disediakan oleh pemerintah yang wajib diberikan pada anak sedari dini untuk imunisasi rutin, yaitu :

1.   Hepatitis B 
Vaksin hepatitis B idealnya diberikan sedini mungkin pada bayi, yaitu kurang dari 12 jam setelah bayi dilahirkan. Fungsinya agar bayi tidak tertular jika sang ibu memiliki hepatitis B, karena tanpa disadari banyak bayi tertular dari sang ibu yang terjangkit hepatitis B. Tersedia pula vaksin Hepatitis B dan DPT yang dapat memberikan respon antibodi lebih baik dibanding diberikan secara terpisah. 

2.   Polio 
Vaksin Polio diberikan untuk memproteksi anak dari penyakit polio. Penyakit polio bisa menyebabkan si penderita mengalami kelumpuhan dan susah bernafas yang disebabkan oleh sejenis virus bernama poliovirus (PV). Vaksin polio wajib diberikan kepada balita sebanyak 4x dengan jarak 4 minggu. 

3.   BCG 
Imunisasi BCG ditujukan untuk mencegah penyakit tuberkulosis atau TBC. Pemberian vaksin ini tidak sepenuhnya menghindari anak dari penyakit tersebut, tapi mampu mengurangi risiko terkena TBC. Biasanya vaksin ini diberikan kepada bayi mulai umur 1 bulan. 

4.   Campak 
Imunisasi ini diberikan saat bayi berusia 9 bulan. Tujuan utamanya untuk memberi kekebalan dari penyakit campak. Perlu diketahui penyakit campak tergolong berbahaya jika menyerang anak-anak khususnya yang masih berusia di bawah 5 tahun.

5.   Tifoid 
Tujuannya adalah melindungi anak dari bakteri salmonella typhi yang menjadi penyebab penyakit thypus. Bagi Anda yang peduli akan masalah kesehatan keluarga tentunya menyadari pentingnya vaksin tifoid. Vaksin ini diberikan saat anak berusia di atas 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun. 

6.   Influenza 
Influenza merupakan salah satu penyakit yang mudah menular karena penyebarannya bisa melalui udara yaitu ketika bersin atau batuk dan melalui sentuhan seperti berjabat tangan. Influenza disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan akibat virus influenza, gejalanya ditandai dengan demam, sakit kepala, batuk, dan sakit tenggorokan. Untuk mencegahnya dibutuhkan vaksin influenza yang berguna untuk memberi kekebalan dari berbagai macam virus influenza. Vaksin influenza biasanya diberikan setiap 1 tahun sekali sejak bayi berusia 6 bulan. 

7.   Varisela 
Cacar air atau varicella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster dan umumnya dialami di masa kanak-kanak. Penyakit cacar air ditandai dengan badan terasa panas atau demam, lemah, dan pilek dengan masa inkubasi (rentang masa dari gejala hingga terkena penyakit) yaitu sekitar 2-3 minggu. Untuk itu dengan memberikan vaksin varisela pada anak dapat dilakukan setelah mereka berusia setidaknya 5 tahun. 

8.   HPV (Humanpapilloma Virus
Kanker serviks adalah penyakit yang menjadi momok bagi wanita dan disebabkan oleh virus Human Papiloma Virus (HPV) yang ditularkan melalui cara hubungan kelamin. Vaksin HPV bermanfaat untuk mencegah tubuh dari virus Human Papiloma Virus yang menyebabkan kanker serviks atau kanker mulut rahim. Vaksin ini sebaiknya diberikan selama 3 kali saat anak berusia di atas 10 tahun.