Rabu, 13 Mei 2015

Urgensi Vaksin Bagi Anak




Pentingnya Vaksin Bagi Anak Sebagai Pencegahan Utama Dari Penyakit


 
Kesehatan keluarga perlu mendapat perhatian khusus, sebab kesehatan sangat berharga. Apalagi kesehatan si kecil sebagai penunjang utama tumbuh kembangnya.  Untuk menjaga kesehatan si kecil, vaksinasi atau imunisasi adalah salah satu cara yang dapat dilakukan. Pemberian imunisasi dasar pada balita penting dilakukan untuk mengantisipasi kadar imunitas tubuhnya rendah sehingga tidak gampang sakit, terhindar dari cacat tubuh, hingga kematian bayi. 


Vaksinasi adalah merupakan proses pemberian vaksin (virus yang dilemahkan) ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan/meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap jenis penyakit tertentu. Vaksin akan mempersiapkan sistem kekebalan manusia untuk bertahan terhadap serangan patogen tertentu, terutama bakteri, virus, atau toksin. Vaksin juga bisa membantu sistem kekebalan untuk melawan sel-sel degeneratif (kanker). Vaksin akan merangsang pembentukan kekebalan spesifik (antibodi) terhadap kuman, virus atau racun kuman tertentu. Setelah antibodi terbentuk, vaksin akan bekerja lebih cepat, efektif dan efisien untuk mencegah penularan penyakit yang berbahaya.
Tujuan vaksinasi adalah untuk menstimulasi reaksi kekebalan tanpa menimbulkan penyakit. Fungsi vaksinasi adalah untuk menjaga kesehatan manusia agar tidak mudah terserang penyakit.  Vaksinasi juga dapat menurunkan angka kejadian penyakit, kecacatan maupun kematian akibat infeksi dari penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi.
Saat ini telah ada beberapa jenis vaksin yang telah disediakan oleh pemerintah yang wajib diberikan pada anak sedari dini untuk imunisasi rutin, yaitu :

1.   Hepatitis B 
Vaksin hepatitis B idealnya diberikan sedini mungkin pada bayi, yaitu kurang dari 12 jam setelah bayi dilahirkan. Fungsinya agar bayi tidak tertular jika sang ibu memiliki hepatitis B, karena tanpa disadari banyak bayi tertular dari sang ibu yang terjangkit hepatitis B. Tersedia pula vaksin Hepatitis B dan DPT yang dapat memberikan respon antibodi lebih baik dibanding diberikan secara terpisah. 

2.   Polio 
Vaksin Polio diberikan untuk memproteksi anak dari penyakit polio. Penyakit polio bisa menyebabkan si penderita mengalami kelumpuhan dan susah bernafas yang disebabkan oleh sejenis virus bernama poliovirus (PV). Vaksin polio wajib diberikan kepada balita sebanyak 4x dengan jarak 4 minggu. 

3.   BCG 
Imunisasi BCG ditujukan untuk mencegah penyakit tuberkulosis atau TBC. Pemberian vaksin ini tidak sepenuhnya menghindari anak dari penyakit tersebut, tapi mampu mengurangi risiko terkena TBC. Biasanya vaksin ini diberikan kepada bayi mulai umur 1 bulan. 

4.   Campak 
Imunisasi ini diberikan saat bayi berusia 9 bulan. Tujuan utamanya untuk memberi kekebalan dari penyakit campak. Perlu diketahui penyakit campak tergolong berbahaya jika menyerang anak-anak khususnya yang masih berusia di bawah 5 tahun.

5.   Tifoid 
Tujuannya adalah melindungi anak dari bakteri salmonella typhi yang menjadi penyebab penyakit thypus. Bagi Anda yang peduli akan masalah kesehatan keluarga tentunya menyadari pentingnya vaksin tifoid. Vaksin ini diberikan saat anak berusia di atas 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun. 

6.   Influenza 
Influenza merupakan salah satu penyakit yang mudah menular karena penyebarannya bisa melalui udara yaitu ketika bersin atau batuk dan melalui sentuhan seperti berjabat tangan. Influenza disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan akibat virus influenza, gejalanya ditandai dengan demam, sakit kepala, batuk, dan sakit tenggorokan. Untuk mencegahnya dibutuhkan vaksin influenza yang berguna untuk memberi kekebalan dari berbagai macam virus influenza. Vaksin influenza biasanya diberikan setiap 1 tahun sekali sejak bayi berusia 6 bulan. 

7.   Varisela 
Cacar air atau varicella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster dan umumnya dialami di masa kanak-kanak. Penyakit cacar air ditandai dengan badan terasa panas atau demam, lemah, dan pilek dengan masa inkubasi (rentang masa dari gejala hingga terkena penyakit) yaitu sekitar 2-3 minggu. Untuk itu dengan memberikan vaksin varisela pada anak dapat dilakukan setelah mereka berusia setidaknya 5 tahun. 

8.   HPV (Humanpapilloma Virus
Kanker serviks adalah penyakit yang menjadi momok bagi wanita dan disebabkan oleh virus Human Papiloma Virus (HPV) yang ditularkan melalui cara hubungan kelamin. Vaksin HPV bermanfaat untuk mencegah tubuh dari virus Human Papiloma Virus yang menyebabkan kanker serviks atau kanker mulut rahim. Vaksin ini sebaiknya diberikan selama 3 kali saat anak berusia di atas 10 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar